Stunde (clock)

Senin, 17 Desember 2012

Pengembangan kecerdasan spiritual


     
     CARA MENGEMBANGKAN  SQ



Sebagai calon pendidik dan sebagai calon orang tua kita harus tahu bagaimana caranya mengembangkan kecerdasan spiritual anak.
SQ berlandaskan pada kesadaran transcendent, bukan hanya sekedar pada tataran biologi dan psikologi. Sehingga pembentukan SQ juga harus melalui pendidikan agama.  Ary Ginanjar Agustian menganjurkan perlunya diupayakan empat langkah pokok , yaitu:
     1.      Penjernihan emosi (Zero Mind Process); tahap ini merupakan titik tolak dari kecerdasan emosi, yaitu kembali pada hati dan pikiran yang bersifat merdeka serta bebas dari segala belenggu.
     2.      Membangun mental (Mental Building); berkenaan dengan pembentukan alam berpikir dan emosi secara sistematis berdasarkan Rukun Iman. Pada bagian ini diharapkan akan tercipta format berpikir dan emosi berdasarkan kesadaran diri, serta sesuai dengan hati nurani terdalam dari diri manusia. Di sini akan terbentuk karakter manusia yang memiliki tingkat kecerdasan emosi-spiritual sesuai dengan fitrah manusia, yang mencakup enam prinsip:
             a.        Star Principle (prinsip bintang); terkait dengan rasa aman, kepercayaan diri, intuisi, integritas, kebijaksanaan dan motivasi yang tinggi, yang dibangun dengan landasan iman kepada Allah SWT.
             b.       Angel Principle (prinsip malaikat); yakni keteladanan malaikat, antara lain mencakup loyalitas, integritas, komitmen, kebiasaan memberi dan mengawali, suka menolong dan saling percaya.
             c.        Leadership Principle (prinsip kepemimpinan);pemimpin sejati adalah seorang yang selalu mencintai dan memberi perhatian kepada orang lain sehingga ia pun dicintai, memiliki integritas yang kuat sehingga dipercaya pengikutnya, selalu membimbing dan mengajarkan kepada pengikutnya, memiliki kepribadian yang kuat dan konsisten, dan yang terpenting adalah memimpin berlandaskan atas suara hati yang fitrah.
             d.       Learning Principle (prinsip pembelajaran); mencakup kebiasaan membaca buku, membaca situasi, kebiasaan berpikir kritis, kebiasaan mengevaluasi, menyempurnakan dan memiliki pedoman. Manusia diberi kelebihan akal untuk berpikir, dan firman Tuhan yang pertama adalah berupa perintah membaca (Iqra’).
              e.        Vision Principle (prinsip masa depan); yakni selalu berorientasi pada tujuan akhir dalam setiap langkah yang ditempuh, setiap langkah tersebut dilakukan secara optimal dan sungguh-sungguh, memiliki kendali diri dan sosial dengan kesadaran akan adanya “Hari Kemudian,” memiliki kepastian akan masa depan dan memiliki ketenangan batin yang tinggi, yang tercipta oleh adanya keyakinan akan “Hari Pembalasan.”
              f.        Well Organized Principle (prinsip keteraturan); selalu berorientasi pada manajemen yang teratur, disiplin, sistematis dan integratif.
     3.      Ketangguhan pribadi (Personal Strength); merupakan langkah pengasahan hati yang telah terbentuk, yang dilakukan secara berurutan dan sangat sistematis berdasarkan Rukun Islam, yang terdiri atas:
               a.        Mission Statement; penetapan misi melalui syahadat yakni membangun misi kehidupan, membulatkan tekad, membangun visi, menciptakan wawasan, transformasi visi, dan komitmen total.
               b.       Character Building; pembangunan karakter melalui shalat, yang merupakan relaksasi, meningkatkan ESQ, membangun pengalaman positif, pembangkit dan penyeimbang energi batiniah dan pengasahan prinsip.
               c.        Self Controlling; pengendalian diri melalui puasa guna meraih kemerdekaan sejati, memelihara fitrah, mengendalikan suasana hati, meningkatkan kecakapan emosi secara fisiologis, serta pengendalian prinsip.
     4.      Ketangguhan sosial (Social Strength); merupakan suatu pembentukan dan pelatihan untuk melakukan aliansi, atau sinergi dengan orang lain, serta lingkungan sosialnya. Dimana hal ini dapat diwujudkan dengan sinergi melalui zakat dan aplikasi total melalui haji.
Disamping itu juga ada kiat-kiat lain dalam mengembangkan kecerdasan anak, yaitu:
     a)      Jadilah kita gembala spritual yang baik
     b)      Bantulah anak untuk merumuskan missi hidupnya
     c)      Baca kitab suci bersama-sama dan jelaskan maknanya dalam kehidupan kita
     d)     Ceritakan kisah-kiah agung dari tokoh spritual
     e)      Diskusikan berbagai persoalan dengan perspektif ruhaniyah
     f)       Libatkan anak dalam kegiatan-kegiatan ritual keagamaan
     g)      Bacakan puisi atau lagu yang spritual
     h)      Bawa anak untuk menikmati keindahan alam
      i)      Bawa anak ketemat orang yang menderita
      j)        Ikutsertakan anak dalam kegiatan-kegiatan sosial
Kecerdasan spritual anak itu akan meningkat jka kita sebagai pendidik atau orang tua selalu mengasah kecerdasan anak itu. 

Daftar Pustaka:
[1] Ginanjar, Ary Agustian, ESQ. Jakarta:2001

0 komentar:

D' Pinguinz

Nemo

mario